Saturday, December 28, 2013

CERIA DIANTARA MENDUNG


Bukan kali pertama menatap mata mata jernih itu dengan warna suka

Kau pun mengalami menjadi tunas tunas yang rekah dalam bahagia

Tanpa fikir duka, tanpa rasa rana

Seragam putih merah menjadi jati diri awalnya

Mereka adalah bakal penentu di suatu masa

Mereka tonggak tonggak sejarah pada saatnya

Seringai terkembang di pagi buta

Ceria diantara mendung dunia...

Harafan penyembuh luka




_SOLITAIRE_

ANAKKU

Wahai anakku...,

Maukah kau belajar?
Tentang hidupmu, hidup kita dan dunia...
Agar tak cuma aku yang sibuk berkerut kening
Demi hidupmu, hidup kita, dan dunia...

Wahai anakku..., maukah kau arungi samudera?
Samudera hidupmu, hidup kita dan dunia...
Agar tak cuma aku, yang sibuk berjibaku bawa hidupmu, hidup kita dan dunia...

Wahai anakku...,
Dunia ini besar karenamu, kecil pula karenamu, karena kita, dan semua...

Wahai anakku...,
Kenyataan kita harus bersama sama...
Tak bisa sendirian saja...,
Sepertiku.


_SOLITAIRE_

Sunday, December 15, 2013

SENDIRI KU



Sendiri ku tuk berfikir
Sendiri ku tuk berzikir
Sendiri ku tuk menyindir

Sendiri ku tuk mencibir

Karena alfa diri tuk di sindir
Karena salah diri tuk di cibir
Karena sudah waktu nya berfikir
Karena sudah harus nya berzikir

Mengingat sebab siapa aku lahir
Mengingat sebab siapa hidupku berakhir


_SOLITAIRE_

Wednesday, December 11, 2013

NESTAPA DI BATAS SENJA

Tak ada bekal, 
dan Aku harus arungi perjalanan panjang tanpa ujung

Haruskah ceritaku berakhir dengan ribuan beban di pena mati ku?

Sementara tanganku masih menyungging asa mencoretkannya

Kenapa anakku lontarkan kata- kata itu ?

" Bapak harus pasrah...! ". 

Itu mungkin kalimat bijaknya?

Bagiku itu penghantar tidur, 
ya...! tidur panjangku...

Dan lalu Aku mati,
Bersama ribuan keping mimpi




_SOLITAIRE_

 (in memoriam of my own father)



PENGAMEN TUA DALAM DILEMA


Terkadang, dalam gontai langkahku..., ber kecamuk pertanyaan Akan kah aku sekarat di trotoar jalanan?
Bersimbah peluh dengan Gitar di genggaman?
Karena beratnya nafas hidup ini tak urung hadirkan banyak tekanan

Anak Istriku di rumah menanti haraf - haraf cemas 
Mengingat kepingan uang logam dan serpihan beras sudah habis terkuras
Haaah..., tak pelak aku memelas dan merasa lemas
Langkah kan kaki mengukur jalan pun menjadi sangat malas

Tembang - tembang sumbang yang ku karang hanya kadang - kadang saja di dengar orang 
Kebanyakan acuh cuek tak peduli seloroh ku ber kumandang Bagaimanapun harus tetap berjuang 
Caci cerca ku telan begitupun hina ku terima dengan lapang


Aku dalam Dilema...



_SOLITAIRE_

PAGI HARI 20 TAHUN YANG LALU


Ragaku bangun di pagi hari ini ter onggok di sudut ranjang 
Terkesiap di sergap lamunan yang datang tak di undang

Terawang pandang ke masa 20 tahun silam, sebuah kilas Nostalgia
Di mana geliat raga selalu jadi alasan kasip dari tugas ruhani ku senantiasa

Namun segalanya ter ngiang tampak nyata 
Bagaimana tunas mentari di timur sana terasa mulai percik kan api hangatnya

Sayup kudengar Tausyah di Radio setiap bilik tetangga
juga senantiasa menggugah Jiwa...

Dua, tiga orang Bapak Tani pikul cangkul dan parang menuju ladang
Berselempang sarung dengan kaki kaki telanjang...
Simbol kesederhanaan yang tak pernah lekang

Cicit ayam dan kicau burung burung sahut menyahut berpadu merdu 
Gemercik alir alir sungai jernih menyejukkan pun tak berbau

Tiba tiba..., serta merta lamunanku mengerucut... 
Raungan sepeda motor yang mulai dipanaskan sontak bikin kejut

Dari bilik bilik itu terdengar musik cadas... 
Meng hentak keras

Ber timpalan irama dangdut masa kini dalam volume tinggi... 
Bikin telinga nyeri
 

Pagi hari, 20 tahun yang lalu pun segera beranjak pergi... 
Tanpa permisi...




_SOLITAIRE_

Monday, October 21, 2013

POWER OF NOSTALGIC




Fikiranku masih hidup dalam masa itu...
Terperangkap dalam stagnasi keindahannya...

Tegas acuh atas segala caci maki bertajuk  Filsafat tentang 'Kemunduran'

Karena kemunduran justru pada kalian yang sok modern

sok berkemajuan dengan mengacuhkan kaidah2 kearifan

Lagu hari ini, adalah lagu kemarin
dan lagu esok hari adalah juga lagu hari ini

Tak ada beda bagiku masalalu dan sekarang

Dulu adalah 'Kekosongan', dan sekarang adalah 'kehampaan'

Tak ada teman dalam berbagi rasa, menyelami segara kebekuan

Dalam nuansa sepi dan kenistaan...
Aku sendiri...


(S O L I T A I R E)

BEKU SENDIRI

Malam penelan siang
Gelap pemangsa terang

Aku bernaung pada teduhmu

Jadi jangan kau undang pula Hujan menemani...?!
Karena dingin kan bekukan kesendirianku
Sendiri dari ke- alfa`an

Dari ke tidak sadaran, bahwa aku di intimdasi
Penyakit yang tiada obatnya...

Yaitu menjadi Tua dan berkelupa`an....

( S O L I T A I R E )

Tuesday, July 30, 2013

DUNIA



"ROH HALUS ITU... BERNAMA 'DUNIA'"

kaku melangkah dalam kerumun senja
Berdebu racun malapetaka
Karena kentut sembarang sang roda2 gila bermesin baja
juga kuda2 besi berpantat jelaga

Lalu lalang manusia serbaneka
Rangkuman alasan selubungi kepala
Ada tanya ada problema
Hidung kembang kempis membaui ribuan aroma

Santun bertanya isi kepala
Roh Halus apa yang merasuki mereka ?

Tak ada jawab...

Karena mereka juga sedang mencarinya (dunia).

- S O L I T A I R E -
‪#‎di‬ penghujung Rhamadan#

(jika ini Puisi)
 
______________________________________________________
 
 
BUNGKAM
 

Aku berhasrat BUNGKAM
atas apa yang ku fikir kan

Sepi menyirat KELAM
Bisik kan gairah kesedihan

Ada duka teramat DALAM
menagih tuk di rayakan

Airmata wakili KALAM
ceritakan pada hati, apa yang kufikirkan

dan pada dunia, aku tetap BUNGKAM

-SOLITAIRE-
(jika ini puisi)
______________________________________________________
 
 
PUISI PANJANG


Panjang puisi ku,

sepanjang anganku...

nan beku.

-SOLITAIRE-
(jika ini puisi)
 
 

Friday, May 10, 2013

SALAM DAMAIKU


PERPISAHAN DAMAI


Kututup Senjaku dengan salam di Lilin2 perdamaian

Semoga semilir angin hembuskan ketenangan lautan cinta
dalam nampan2 keikhlasan...dan ombak tetap membawa laju cahaya lilin hingga hilang di pelupuk mata

Kalau ada suka cita, tawa gembira...tetaplah jadi seindah2nya kenangan

Kalau ada duka nestapa, caci maki, sumpah serapah...
semoga 'maaf' kan selalu menjadi penebusnya

Aku dan kalian semua, manusia biasa...ada penat, lelah dan bosan menapaki jalan2 cerita yang tak tentu alur dan akhir ceritanya

Bahtera hidupku segera berputar haluan, kembali ke ranah asalku...yaitu dunia nyata, yang terabaikan.....

Siang yang selalu kutakuti, kembali harus ku gauli...
Buain malam dan berjuta mimpi harus ku jauhi, dengan berlari...
karena aku telah teramat 'kasip' ribuan hasta...ketika mata telanjangku terbuka

Kawan2 dunia semu ku, kalian semua sahabat sejatiku...
meski dalam Dimensi yang sulit dimengerti, antara ada dan tiada

Segala rasa...haru, sesal, benci bahkan cinta berbaur disana...dalam Interaksi penuh Sensasi
Khayalpun seakan nyata,...saru menyaru Manipulasi dan Hipokrisi

Siapapun kan terbuai...kecuali mereka yang tak pernah membuka mata dan hatinya tuk mencoba

Dengan berat hati kucoba lepaskan diri dari Candu Maya,yang membelenggu segenap rasaku selama ini, semoga aku bisa ?!

Aku akan kembali untuk waktu yang tak tentu kapan....Semoga kalian masih menjadi teman2ku, dan tak begitu saja melupakanku...???!!!

Terimakasih untuk segalanya kawan....maaf atas kelemahanku, kekhilafanku, dan segala sifat manusiawi yang ku punyai yang mungkin mungkin membuat ke tidak nyamanan dan mengecewakan...?!

Salam damai, salam rindu selalu.........!!!
 
 
                       ( S O L I T A I R E  )
 
 

CORETAN2 HIDUP

QALAM TANPA MAKNA

Ini sekedar coretan belaka

Seperti 'titik' diatas kertas
bahwa tak ada kebaikan dari sikap diamku

Orang hanya tertarik tuk memandang 'titik' itu
ya,....begitulah...?!
Noda setitik itu, mampu mengkontaminasi pandangan...
hingga kertas putih itu berubah legam bak segumpal arang

Wahai mata dunia,...
"puaskah dirimu memandang rendah...???"
mendakwa tanpa praduga tak bersalah
dan lalu melemparku...bak seonggok 'sampah'


(S O L I T A I R E)


 

SALAM PERDAMAIAN

CERMIN PANTULAN NODA


Ku bercermin sembari telanjang
Sejenak tertegun menampak Refleksinya
Selanjutnya..., kuludahi...." Cuihhh..."

Terlalu banyak noda yang menempel di tubuh ini
Sulit tuk kuhapus....

Hari kian berganti, cermin pun tersaput debu tebal
semakin Buramkan pantulannya...

Dan di belakang cermin ku berdo`a....
"Tuhan,...ampunilah hamba Mu...!"