Ragaku bangun di pagi hari ini ter onggok di sudut ranjang
Terkesiap di sergap lamunan yang datang tak di undang
Terawang pandang ke masa 20 tahun silam, sebuah kilas Nostalgia
Di mana geliat raga selalu jadi alasan kasip dari tugas ruhani ku senantiasa
Namun segalanya ter ngiang tampak nyata
Bagaimana tunas mentari di timur sana terasa mulai percik kan api hangatnya
Sayup kudengar Tausyah di Radio setiap bilik tetangga
juga senantiasa menggugah Jiwa...
Dua, tiga orang Bapak Tani pikul cangkul dan parang menuju ladang
Berselempang sarung dengan kaki kaki telanjang...
Simbol kesederhanaan yang tak pernah lekang
Cicit ayam dan kicau burung burung sahut menyahut berpadu merdu
Gemercik alir alir sungai jernih menyejukkan pun tak berbau
Tiba tiba..., serta merta lamunanku mengerucut...
Raungan sepeda motor yang mulai dipanaskan sontak bikin kejut
Dari bilik bilik itu terdengar musik cadas...
Meng hentak keras
Ber timpalan irama dangdut masa kini dalam volume tinggi...
Bikin telinga nyeri
Pagi hari, 20 tahun yang lalu pun segera beranjak pergi...
Tanpa permisi...
_SOLITAIRE_
No comments:
Post a Comment